Kamis, 17 Juli 2008

PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL TINGKAT KABUPATEN CIREBON

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-100 Tingkat Kabupaten Cirebon diselenggarakan di Lapangan Ranggajati Sumber, Rabu, 21 Mei 2008. Bupati Cirebon, Drs. H. Dedi Supardi, MM yang bertindak selaku Inspektur Upacara membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Adapun tema peringatan tahun ini adalah “INDONESIA BISA!”

Dalam sambutannya Presiden mengajak mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menyampaikan rasa hormat, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pendiri dan pejuang bangsa, yang telah mengantarkan bangsa Indonesia ke tingkat kehidupan bangsa yang semakin maju dewasa ini.

Di awal abad ke-20, para pendiri dan pejuang bangsa menemukan gagasan politik baru yang belum pernah digali sebelumnya, yaitu nasionalisme. Mereka menyalakan dan menyebarkan api itu, dan kemudian mengobarkannya dalam satu revolusi kemerdekaan yang paling gemilang di abad ke-20, yang kemudian melahirkan Republik Indonesia Merdeka.

Berkat perjuangan dan pengorbanan mereka, hari ini bangsa Indonesia dapat bersatu dalam tekad dan semangat kebangsaan Indonesia, dari Sabang sampai ke Merauke, dari Miangas sampai ke Pulau Rote. “Indonesia” yang 100 tahun lalu hanya mimpi, hanya aspirasi, hanya konsep, kini telah menjadi kenyataan, menjadi jati diri bangsa Indonesia, menjadi negara besar yang dicintai bersama. Dengan tekad bersama, memasuki abad ke-21 ini, Indonesia dapat benar-benar menjadi bangsa yang maju, yang kuat, dan yang unggul.

Bangsa Indonesia sering dihantui kegamangan, keraguan dan ketidakpercayaan diri, dalam menjalani kehidupan bangsa yang semakin banyak tantangan, dan dalam perkembangan dunia yang semakin kompleks sehingga muncullah pertanyaan:

Apakah perjalanan bangsa ini telah berada pada arah yang benar ? Perjalanan besar bangsa dari tahun 1908, tahun 1945, tahun 2008 ini, dan tahun-tahun mendatang.

Apakah bangsa Indonesia bisa menjadi Negara Maju (develop nation) pada abad 21 ini? Menjadi bangsa yang terhormat, dan tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain.

Ketika sekarang ini bangsa Indonesia sedang kembali diuji oleh krisis energi dan krisis pangan dunia, apakah bangsa Indonesia bisa menghadapi dan mengatasinya?

Terhadap ketiga pertanyaan itu, jawabannya adalah :

Perjalanan bangsa Indonesia telah berada pada arah yang benar, Indonesia bisa menjadi negara maju di abad-21, dan krisis energi serta pangan dunia ini akan bisa diatasi. Karena sejak 100 tahun yang lalu, sejak bangsa Indonesia bangkit telah menjadi bangsa yang berkemampuan, ”Bangsa Yang Bisa”! Bisa mengubah nasib, bisa bersatu, bisa mengusir penjajah, bisa meraih dan mempertahankan kemerdekaan, dan bisa mengatasi berbagai tantangan sejarah!

Bangsa Indonesia mulai bangkit pada tanggal 20 Mei 1908, ketika organisasi Boedi Oetomo didirikan di kampus STOVIA Jakarta. Boedi Utomo merupakan suatu inovasi politik yang baru. Untuk pertama kalinya, timbul di bumi Nusantara suatu organisasi modern, dengan cara pandang yang baru dan beda.

Kelahiran Boedi Oetomo telah menjadi tonggak yang menumbuhkan semangat perjuangan, sekaligus menjadi inspirasi bagi berdirinya berbagai organisasi di seluruh pelosok tanah air, baik yang bersifat kedaerahan, politik, serikat pekerja, keagamaan, kewanitaan, maupun kepemudaan. Pada gelombang berikutnya, muncul sejumlah organisasi seperti Sarekat Islam, dan berbagai organisasi lainnya

Hal ini mewarnai awal kebangkitan nasional, dan mencapai puncaknya pada tahun 1928, dengan bersatunya berbagai kelompok organisasi---khususnya organisasi kepemudaan---untuk mewujudkan suatu gerakan kebang-saan yang sejati, melalui Sumpah Pemuda: satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa – Indonesia!

Gerakan kaum muda tahun 1908 dan tahun 1928, menandai tonggak-tonggak awal gerakan kebangkitan nasional Indonesia. Sejak itu, nasionalisme Indonesia terus berkembang, terus menjalar, dan terus berkobar di seluruh penjuru tanah air.

Dengan semangat nasionalisme itulah, bangsa Indonesia berhasil meraih kemerdekaan yang kita cita-citakan, pada tanggal 17 Agustus 1945. Selanjutnya, bangsa Indonesiapun berhasil mempertahankan kemerdekaan itu dengan darah, keringat dan air mata.

Indonesia juga berhasil menjaga keutuhan negara, dari berbagai ancaman separatisme, berhasil mempersatukan kembali Irian Barat, berhasil menyelamatkan ideologi Negara Pancasila, berhasil keluar dari krisis moneter yang sangat berat, yang melahirkan era “reformasi”, berhasil dengan penuh perjuangan, membangun dan menghadirkan demokrasi, yang mengedepankan kedaulatan rakyat dan berhasil menangani dampak bencana tsunami yang maha dahsyat, dan bahkan kemudian menciptakan perdamaian Aceh yang telah bergolak selama lebih dari 30 tahun.

Perayaan 100 tahun Kebangkitan Nasional hari ini, sejatinya merupakan momentum yang mengikat anak bangsa Indonesia yang lahir di tiga abad yang berbeda: abad ke-19, abad ke-20 dan awal abad ke-21, yang terus berjuang untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Karakter dan kualitas inilah yang menjadi modal utama bangsa Indonesia, untuk melanjutkan tahapan perjuangan bangsa Indonesia di awal Abad ke-21 : melangkah ke depan, menuju negara maju!

Tantangan yang dihadapi untuk mencapai tujuan mulia ini, memang lebih berat dan lebih kompleks dari tantangan yang dihadapi bangsa di masa lalu. Oleh karena itu, untuk menjadi bangsa yang berhasil, ada tiga syarat fundamental yang harus kita bangun dan miliki, yaitu kemandirian, daya saing dan peradaban bangsa yang tinggi.

Menghadapi krisis energi dan pangan dunia ini, mulai sekarang dan ke depan, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, untuk terus meningkatkan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan ekonomi bangsa

Bangsa-bangsa besar di dunia selalu mau dan mampu secara sungguh-sungguh belajar dari sejarah masa lampaunya. Bagi bangsa yang besar, semakin jauh ia menempuh perjalanan sejarah, semakin dekat bangsa itu pada visi dan cita-citanya. Hari ini, 20 Mei 2008, 100 tahun setelah bangsa Indonesia bangkit, dan setelah berjuang satu abad lamanya, seluruh komponen bangsa patut bersyukur, telah dapat mewujudkan banyak capaian dan kemajuan, yang makin mendekati cita-cita para pendiri bangsa.

Tidak ada komentar: